Wednesday, May 31, 2006

Song Of The Month (MAY)

Apa Artinya Cinta - Melly & Ari Lasso

tiba-tiba engkau ada
kemudian engkau hadir
laksana kerdil ku memeluk
lihat aku lebih dalam
di matamu ku melihat
ada cinta yg tersirat
sirami hati merebak
barangkali aku salah
ku terdiam bukan bisu
tahu engkau besar malu
tutupi rasa gelisah
biar saja waktu nanti yg menikmati
kisah ini
bersamamu aku senang

belum juga kah kau menyadarinya
akulah yg pantas untuk kau cintai
di bawah langit biru aku bersumpah
diriku tanpamu apa artinya cinta
cinta ini sudah menelan waktuku
siang malam hanya untuk pikirkan engkau
sejuta kali aku berani bersumpah
diriku tanpamu apa artinya cinta

dah banyak kali dengar lagu ni, tapi aku tak paham apa yang nak disampaikan. Apapun, aku suka dengar muziknya.

Monday, May 29, 2006

brainstorming


These few months, I’ve been actively participate in emailing SESMA Alumni group. We discuss everything, our good and bad memories during our stay in SESMA, current issues, even nasi dagang Mok Ngoh was one of hot topic. We’re from various batches, as for myself I was from the year of 93. Sometimes we just ‘kutuk’ each other, say if we are from different sport houses. Red, blue, yellow and green. But green like never exist in our discussion group. There are, Bro Yuzdi and Bro Saiful of 83, Bro Tarmizi of 86, Bro Wan Mokhtar, Bro Fauzi ( very few posting now), Sis Hayati, Sis Fatimah of 90, Sis Salmiah of 88, then, Abdullah Fauzi and Mazani of 92 last but not least, Senget and myself.
Last week they organized a small get together somewhere Taman Melati, but I’m not feeling well and missed that event. We plan to have ‘suka-suka’ futsal and gathering and one night at SESMA.

Tonight the ‘suka-suka’ futsal still proceed, even just few of us came and just few of the few played. Big thanks to Mazani for bringing their family member to make it happen. All them with red shirt, rumah merah menang. There I met Sis Salamiah, Bro Nasir, Shaifuddin and Suhaimi (milek).
Then we proceed to kedai mamak for brain storming session, there I met Bro Yuzdi and Bro Saiful, also Azhar of 90. I hope I can join them for the reunion in august. They adjourned the discussion at 2.40 am, but I dismissed an hour before.

Wednesday, May 24, 2006

DOA


Ya Allah Ya Tuhanku.
Seandainya telah kau catatkan
****** miliku tercipta untukku
Dekatkan dia padaku
Satukan hatinya dan hatiku
Titipkanlah kemesraan
Di antara hati kami
Agar kebahagiaan itu kekal abadi
Tetapi ya Allah,
Seandainya telah Engkau takdirkan,
****** bukan milikku.
Bawalah ia jauh dari pandanganku.
Luputkanlah dia dari ingatanku.
Dan peliharalah aku dari kekecewaan.
Pasrahkanlah aku dengan takdirmu.
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buat diriku dan dirinya
Kerana Engkau Maha Mengetahui.
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

Ya Allah yang maha penyayang
Berikan aku kekuatan agar aku rasa bahagia
Gantikan yang telah hilang
Tumbuhkan kembali yg telah patah
Meskipun tidakkan sama dengan dirinya

......

Today, after smsing Imran, I found he is in INTAN, I went to see him at auditorium. He going to be posted to Paris (very soon). I’m happy for him. I knew he deserve it. So he definitely will not join the attachment program which we going to attend middle of June. Sad. During lunch time, he came to my office and again. Nothing else but borak-borak as usual.
Today I felt like being in INTAN in yester years. Met Imran (now at PSD), Zairi (now at MOF) then call me, asking something. Chat over the net with Rahim (now at INTAN Swak). Imran said, the attachment will start this 19 Jun, but I haven’t received any official letter. My boss did ask me, but I cannot confirm her anything before the offer letter. Waiting and waiting. But I really need to get myself off from office for a while. Hopefully I’ll manage to complete some task given – ( all the purchasing part, approval etc). So, by the time I come back, all the servers will be ready for deployment, installation, migration etc. Rasa macam banyak bende kene tau, if not, I cannot catch up with the technology

Treasure Hunt



Last Saturday, 20 May, PERJASA – IBM organized a treasure hunt from Putrajaya to Port Dickson. I went to Putrajaya with Hani and my other colleagues. We arrived Putrajaya about 8am. I was in group 7 (Xeon) – Zuki, Nazli, Ezianee and myself. My former Boss, Dato’ Dr. Raja Malik joined the hunting as well. We start hunting at 9.15 am, after breakfast, briefing etc. Hunting all the way from Putrajaya to Port Dickson, with Ezianee’s RAV4. Been through Kajang, Bangi, Nilai and all the never-been-places between Nilai and Seremban. We almost lost at Nilai. This is my very first experience in TH. It’s not easy to get the answer for the tricky questions. As for myself, I only can spot and answer very few questions compare to my other team mates. Once we arrived PD, we found the questions getting tougher ( or we already tired). We finally arrived Gouman Hotel about 2.30pm. After completed the task given, I was thinking of zzzzzzz -nap (sleep probably). I shared room with Suzie. Really but we really enjoy hunting.
Zuki planned to practice the ‘boria’ for the night presentation. But all of us missed it!!! Sleeping beauty.

Dinner and night activities began at 7.30 pm. After starving the whole day, I found the dinner are so marvelous (I guess so, or cuz of starving), but the appetizer and dessert not so cool. After dinner we started with our ‘boria’.

Selamat sejahtera kami ucapkan
Kepada semua tuan dan puan
Kami kumpulan Xeon ingin sembahkan
Boria treasure hunt kami hiburkan

Darilah putrajaya hingga ke PD
Banyaklah jalan kami lalui
Demi jawapan kami redahi
Pada yang sesat pastilah rugi.
(they claimed our group is the best performance)

The night ends after they announced the winner. As a first timer in treasure hunt, our team just deserved a consolation.

Monday, May 22, 2006

Falsafah Cinta

Aku bukanlah sedang dilamun cinta, bukan juga sedang mengejar cinta. Aku juga bukanlah dikejar cinta, tapi mungkin lebih tepat kalau aku kata aku ini telah ditinggalkan cinta. FALSAFAH CINTA ini bukan lah tulisan aku, tetapi dari hatikubicara. (terima kasih sato kerana ‘kenal’kan aku pada langitmalam. Zuril, susunan kata-kata yang menarik buat saya terus membaca. Zuril kalau awak baca, mungkin ada kata-kata menarik yang saya akan pinjam, terima kasih Zuril). Aku rasa tertarik untuk meletakkannya didalam blog aku ini. Kebelakangan ini aku sering mencuri waktu lepas pejabat ku untuk melayari hatikubicara. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku terasa untuk meneruskan pelayaran aku dari mula hingga ke akhir. Bagai terasa untuk aku mengenali seorang lelaki yang bernama GHAZ itu, walaupun aku tahu itu mustahil dan tidak mungkin. Jarang lelaki yang berjiwa begitu, atau mungkin aku yang tidak tahu. Aku berkata, bertuahnya SHA, yang pernah dicintai GHAZ. Ntah lah, aku sering bertanya, kenapa aku sendiri tidak pernah bertuah? Semua orang yang aku sayang telah hilang dari hidup aku, emak dan ayah. Ikhlas dan jujur menumpang kasih, juga ditinggalkan pergi. Dimana tuah aku? Atau aku memang dicipta tanpa tuah? Hati tetap cemburu pada mereka-mereka yang bertuah.
Sekali lagi aku kata bertuahnya SHA, tetapi Allah lebih sayangkan GHAZ, pasrah. Al-Fatihah untuk GHAZ, semoga dicucuri rahmat.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untukmemegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ... Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kau masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kau masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kau tidak mencintainya lagi, jika kau masih tidak dapat melupakannya. Cinta datang Kepada orang yang masih memiliki harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya Kepada mereka yang mempunyai keberanian keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sampai dia meninggalkan dunia dan akhirnya kau terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan di benakmu itu sekarang selagi mereka masih ada. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, dan kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut. Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kau tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. Seandainya kau ingin mencintai atau memiliki hati seseorang, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kau mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kau terasa bisa duri mawar itu menusuk jari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kau bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kau harus membiarkannya pergi. Kadangkala kau tidak menghargai orang yang mencintai kau sepenuh hati, sehingga kau kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kau benar-benar mencintainya setulus hati. Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU. Mungkin saja pada apa yang kau sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan mungkin juga pada apa yang kau benci tersimpan kebaikan di dalamnya. Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada insan adalah alami, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya takwa. Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan. Seandainya kau dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing. Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Friday, May 19, 2006

Seorang Kawan Lama

Ptg tadi aku sempat berborak secara virtual dengan seorang kawan yang berada di -Kuching. Dulu kami sama-sama di INTAN – aku di Kiara dia di Kluang. Kini kami sama-sama kembali ke INTAN. Aku masih lagi di Kiara dan dia di Kuching. Ntah kenapa aku tetiba jer terasa nak visit Kuching. Sudah 3 tahun aku tidak ke sana…. Asyik ke Sabah sajer lately (sebelum inilah maksud aku…) Aku bagitau dia…
Pertama kali aku ke Kuching, aku berjumpa seseorang yang seterusnya menjadi kawan aku. Itulah kawan lama yang aku maksudkan.

Dia seorang kawan lama… tak keterlaluan kalau aku kata, kami pernah suatu ketika dahulu saling sayang menyayangi. Sayang aku pada kawan lama itu banyak faktor luaran kalau aku fikir balik, kalau kerana dirinya semata-mata, aku sendiri tidak pasti perasaan sayang itu akan wujud atau tidak. Maaf, itu pada fikiran aku. Walaupun kadangakala bila aku fikir kembali, ada juga kebaikan lain pada dirinya selain faktor luaran yang aku nampak. Mungkin perasaan sayang aku itu dulu timbul kerana setelah mengenali diri kawan lama itu, banyak kesenangan dan kemudahan yang aku perolehi. Bukan sifat aku sebenarnya to be an opportunist, tapi itu kelaziman manusia mungkin. Semenjak berkawan dengan kawan lama itu, diri aku seperti bukan lagi diriku yang sebenar ketika bersamanya. Bagi aku, he pampered me too much. Kalau dulu sebagai lone ranger, aku memang berdikari. Semua perkara dilakukan sendiri, tetapi sejak kehadiran kawan lama itu, aku seolah-olah tidak perlu banyak berfikir untuk itu dan ini. Itu cerita lama, sekarang aku kembali aku yang dulu. (aku sendiri tidak berapa pasti sebenarnya).

Tapi dah lama aku tak jumpa dia. Dah bertahun-tahun. Pernah juga sesekali sebelum ni aku dapat email dari kawan lama tuh, tapi aku menolak untuk jumpa dia, walaupun sebagai kawan. Sebab masa tu, aku ada seseorang yang aku sayangi (walaupun aku masih sayang dia). Tiba-tiba end of April, aku dapat mail lagi, kawan lama nak jumpa if I’m able to (tak memaksa katanya)…. Tapi kali ini aku nak jumpa dia. Mungkin Allah saja nak kami berjumpa untuk seketika, sebagai dua insan yang pernah berkawan. Walaupun dia menunggu aku lebih setengah jam, dan telah ambil keputusan untuk pulang sahaja. Tapi kami masih berselisih di tengah jalan, dan dia berpatah balik. Kalau tuhan dah nak kami berjumpa hari itu, itulah takdirNya. Kami jumpa sekejap jer, berborak hal semasa dan sempat juga mengimbas kenangan lalu. Itu saja, sampai sekarang kami dah tak hubungi antara saru sama lain lagi.

Itulah kawan lama yang pernah pampered me too much. Banyak juga memberi aku semangat, perangsang dan dorongan untuk terus maju dan berjaya dalam hidup. Thanks for everything.

Adam dan Hawa

Tak tahu kenapa sejak kebelakangan ni, aku suka baca novel-novel melayu, terutama tulisan Aisya Sofea. Mungkin untuk cuba mengisi kekosongan yang aku rasai kebelakangan ini. Mungkin juga untuk mendalami liku-liku suka duka kehidupan manusia. Walaupun cerita tersebut kebanyakkannya mematuhi hukum alam dan kehidupan, namun kesudahan cerita adalah atas daya imaginasi dan kreatif penulis. Tetapi liku-liku kehidupan kita adalah ketentuan ilahi. Tak seindah yang digambarkan dalam cerita. Selalu sahaja dipenuhi duri dan ranjau. Selalu sahaja ada halangan. Apa pun, terima kasih Kak Rin kerana meminjamkan buku-buku cerita tersebut.

Hawa mengenali Adam semasa dirinya baru memasuki alam dewasa dan mengenali erti hidup. Hawa mengenali Adam semasa Adam sedang ingin menikmati kehidupan dan kebebasan ketahap maksimum mengikut caranya sendiri. Hawa belum begitu matang dalam menempuhi duri dan ranjau kehidupan bagi aku. Lantaran atas kesilapan begitu sanggup membiarkan Adam menunggu sebegitu lama. Istimewanya sangat ke Hawa sehingga Adam sanggup bersabar dan menunggu. Memang susah untuk dipraktik di alam nyata ini. Kalau sifat perempuan itu sesabar Adam, mungkin ada. Ntah lah. Aku sendiri tak pasti, kenapa Hawa bertindak sedemikian. Tetapi aku seronok membaca novel tersebut. Pertemuan di mereka semasa umrah begitu menarik hatiku. Tiba-tiba timbul niat yang tak pernah aku terfikir sebelum ini, iaitu menziarahi makam rasul dan tanah suci. (Insya Allah akan aku usahakan untuk itu).

Wujudkah lelaki seperti Adam yang digambarkan penulis? Jika tidak dikecewakan, mungkinkah Hawa kembali pada Adam? Aku hampir terlupa Adam dan Hawa adalah watak yang dihidupkan oleh daya imaginasi Aisya Sofea. Walaupun macam-macam persoalan yang aku timbulkan selepas membaca, tapi aku rasa, aku mula tertarik dengan tulisan Aisya Sofea.

* perjalanan hidup ini kalau dapat ditentukan, alangkah bahagianya. tetapi yang pasti, perjalanan hidup ini banyak peperangan nafsu *

Monday, May 15, 2006

Selamat Hari Ibu


“ Syurga itu di telapak kaki ibu”…. Emak – Rokiah Binti Sulaiman ( 10 Oktober 1952 – 27 Oktober 1997 ). Emak seorang yang tabah, sabar dan pemaaf. Emak juga suka menolong orang dan pemaaf. Aku selalu berdoa supaya aku setabah dan sesabar emak. Emak sentiasa redha dengan ujian dan ketentuanNya. Mengharungi cabaran menangani keluarga semasa ayah sakit. Sedang aku dan adik2 masih lagi belajar. Pengorbanan emak tidak aku lupa. Walaupun dalam keaadan susah, kami tetap mampu bersekolah dan berjaya sampai macam sekarang. Aku sedih, emak tidak sempat melihat aku lebih berjaya (dan aku tidak sempat membalas pengorbanan emak). Aku harap emak berbangga dapat anak sulung macam aku, walaupun agak degil di zaman remaja, tapi masih aku ingat, emak pernah kata, emak seronok anak2 tidak ada masalah dalam pelajaran, malah emak sering merasa bangga apabila orang selalu memuji emak kerana kemajuan anak-anaknya. Aku yakin, emak akan lebih bangga sekarang dengan kemajuan anak2nya. Kejayaan Ayu dan Adik yang emak tak sempat kecapi.
Emak meninggal semasa usia aku 21 tahun, namun aku memang kekurangan kasih sayang emak. Selepas sekolah rendah aku tinggal di asrama, sehinggalah detik emak meninggal. Masa yang ada untuk aku bersama emak hanya waktu cuti yang terhad. Pernah aku berangan untuk habiskan masa bersama emak selepas graduate. Tapi semua itu tinggal angan-angan sampai sekarang. Apabila emak meninggal, aku memang collapse, hilang arah dan hilang segala2 nya. Tapi masa tu, aku perlu terus bangun, aku masih ada ayah dan adik2, aku masih perlu habiskan tahun akhir di UKM.
Jauh di sudut hati, aku selalu cemburu tengok orang yang masih ada emak. Aku selalu bertanya, kenapa Allah ambil orang-orang yang aku sayang. Aku mesti sedih bila dengar kawan2 bercerita pasal emak mereka, kerana aku tak dapat nak buat macam apa yang diorang buat. Tapi ada juga mereka yang tidak menghargai emak, masih ada emak, tapi jarang balik jenguk emak mereka. Masih aku ingat, kalau dulu orang lain beratur tgu public phone untuk call pakwe, tapi aku sanggup tgu giliran, semata-mata untuk call emak.
Semoga roh emak ditempatkan bersama roh orang2 yang beriman, Al-Fatihah.

Baby Haziq





This is my very fisrt nephew, Amir Haziq. Son of my second sister. Baby Haziq with his Mama Long and Mak Lang. My sister alwits said, if he have a baby boy, then his son will be like me, be active, she even asked me to buy haziq a very cute adidas shoes for jog. Insya Allah, then haziq can go jogging with mama long.
i hope one day haziq will inherit all the good things from us. as a very first grandson of late Ab Razak and Rokiah, hope haziq gonna be more brilliant than his mama long, more handsome than his late grandfather, more patient than his late grandmother, but not as naughty as his mak lang and acik. i have no idea what his abah n umi gonna wish him. really hope that haziq going to have the title that my late dad wish me to have.
i 'm the first grandaughter on my mom's site, now it is haziq as for his umi's site.

Tuesday, May 09, 2006

A little girl & her father

A little girl and her father were crossing a bridge. The father was kind ofscared so he asked his little daughter,

"Sweetheart, please hold my hand so that you don't fall into the river."

The little girl said,

"No, Dad. You please hold my hand."

"What's the difference, darling?",

asked the puzzled father.The little girl replied,

"Dad, if I hold your hand and something happens to me, I may let your hand go. But if you hold my hand, no matter whathappens, you will never let my hand go."

In any relationship, the essence of trust is not in its bind, but in itsbond. So hold the hand of the person whom you love rather than expecting them to hold yours.

JUST AS GOD WOULD HOLD OURS RATHER THAN EXPECTING US TO HOLD HIS - HE KNOWSOUR GRIP MAY NOT BE STRONG ENOUGH... WHILST HIS IS FIRM AND FULL OF LOVE